Singapura tahun 1959 : kas negara dalam keadaan kosong, kondisi negara carut marut, penerapan hukum buruk, konflik antaretnis biasa terjadi,masyarakat jorok, sampah tertebar kemana-mana, pengangguran mencapai 14%, kekayaan alam tidak ada. Luas Singapura cuma 400 kilometer persegi. Andalan cuma padi. Kalau masyarakatnya jorok, membangun turisme juga tidak mudah. Singapura tidak punya pantai yang bagus.
Lee Kuan Yew cuma punya impian dan beberapa orang pemikir. Tidak ada cara lain, selain Singapura harus berubah. Ia memimpikan sebuah negara kecil yang bersih,disiplin dan memegang kuat tradisi penghormatan kepada orang tua, dan tentu saja kaya. Mulainya dari mana?
Niaga punya mimpi yang sama dan pertanyaan yang sama, jawabannya adalah kita mulai dari yang dapat kita lakukan dahulu, yaitu bersih dan hijau. Mari kita lakukan..
(sumber: Change!,Rheinald Kasali,PhD)

itu semua dapat kita wujudkan dengan kedisiplinan di setian civitas akademika administrasi niaga unpad.. mari kita wujudkan..
mulai dari diri,mulai dari sedikit dan mulai dari sekarang